Halaman

Dasar-dasar elektronika

Listrik (electro)

Listrik adalah sebuah nama dari energi , seperti halnya energi panas , energi kimia , energi gerak dan lain-lain. Energi listrik tidak dapat di lihat kecuali energi tersebut telah di rubah menjadi energi lain , contohnya energi cahaya (lampu listrik , televisi , dan lain-lain) . Energi ini terbentuk karena adanya perbedaan potensial sebuah benda terhadap benda lain , yang membentuk polaritas positif dan negatif .

Tegangan listrik

Tegangan listrik (Voltage) atau voltase adalah besaran elektron atau jumlah elektron yang mengalir per detik dalam sebuah rangkaian yang membentuk suatu gaya gerak listrik (GGL).
Jumlah elektron yang mengalir dalam satu detik di hitung dalam satuan Volt . Bagi orang awam kebanyakan mereka menganggap sama antara tegangan listrik dan arus listrik , padahal kedua hal tersebut berbeda.

Arus listrik

Arus listrik (Electric current) sesuai namanya merupakan kekuatan atau kuatnya aliran tegangan listrik yang mengalir pada sebuah rangkaian,
Jumlah arus listrik atau kekuatan arus listrik di hitung dalam satuan Ampere.
Jadi nampak jelas perbedaan antara tegangan dan arus listrik . Jika belum di pahami saya akan memberikan sebagai ilustrasi , yaitu "Air".
Jumlah air atau banyaknya air (liter) kita gambarkan sebagai tegangan listrik(volt) . Derasnya air mengalir atau kekuatan air mengalir(meter kubik/detik) itu di gambarkan arus listrik (ampere)
PAHAM ?
Jika belum , berarti memang keterlaluan,hahahahaha

Rumus dasar listrik

V = I x R     
 dimana
V = tegangan (volt)
 I = arus listrik (ampere)
R = tahanan listrik (ohm)

Resistor

Resistor atau tahanan merupakan komponen elektronika sesuai dengan namanya  berfungsi sebagai tahanan listrik ,dalam hal ini tahanan arus listrik , jadi yang di tahan bukan tegangan listrik melainkan arus listrik.
Semakin besar nilai tahanannya maka semakin besar pula arus listrik yang di tahannya , dalam artian arus yang keluar setelah resistor adalah kecil dari sumber sebelumnya.
Untuk membuktikan bahwa resistor tidak menahan tegangan listrik melainkan hanya menahan arus listrik, perhatikan gambar berikut :

 Langkah pertama :

1.  atur avometer pada setelan Volt meter skala 10Vdc
2.  rangkai seperti pada gambar pertama dengan memakai
     resistor  10  ohm , kemudian perhatikan perhatikan penunjukan jarum volt meter

3.  ganti resistor dengan nilai yang lebih tinggi , yaitu 1000 ohm atau 1Kohm , perhatikan kembali jarum avo meternya . Apakah berbeda dengan yang pertama ?

4. perhatikan gambar ke dua, tanpa memakai resistor, Apakah ada perbedaan dengan percobaan-percobaan sebelumnya ?



Jawabannya tidak ada perbedaan






Jadi terbukti resistor tidak menahan tegangan listrik , kecuali arus listrik